PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN GAYA KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEMIMPIN DI DINAS ... (322)

 

Kepemimpinan dari waktu ke waktu selalu menjadi issue dalam segala aspek yang menyangkut kehidupan organisasi. Kepemimpinan tidak berada dalam suatu ruang yang facum namun esensi yang dinamis dan selalu berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan masyarakat.

Peran seorang pemimpin untuk bisa mengendalikan organisasi agar bisa mencapai tujuan organisasi merupakan faktor kunci dari keberhasilan organisasi itu. Tidak ada satupun organisasi yang ada didunia ini yang tidak ada pemimpinnya, atau dengan kata lain setiap kehidupan kelompok atau setiap organisasi, sekecil apapun organisasi itu pastilah ada seseorang yang ditunjuk dan dipercaya untuk menjadi pemimpinnya.

Berkaitan dengan hal tersebut maka dalam kelompok, termasuk didalamnya sebuah organisasi pemerintahan, didalamnya pasti terjadi hubungan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan antara pemimpin dan pengikut atau factor kepemimpinan dan pengikutnya. Factor kepemimpinan punya peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi, karena dengan kepemimpinan itulah maka organisasi dapat menggerakkan bawahan atau karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

1

 
Terlebih dalam memasuki Era Milenium ke 3 atau memasuki abad ke 21 ini persaingan disegala bidang kehidupan tampak semakin ketat dan meruncing, banyak cara digunakan oleh suatu organisasi untuk bisa bersaing dan kalau perlu menjatuhkan organisasi lainnya, tentunya dengan cara-cara yang tidak sehat. Indonesia sendiri telah membuka diri untuk senantiasa mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati bersama diantara negara-negara yang mensepakati sistem tersebut seperti penetapan standart kualitas perdagangan internasional (ISO 2000 dan lain-lainnya)

Keadaan yang demikian ini tentunya menuntut upaya penataan kembali serta pengembangan manajemen serta dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa menyesuaikan dengan cepat terhadap segala perubahan dan perkembangan teknologi yang begitu ketat serta perubahan lingkungan yang begitu tidak menentu.

Kebutuhan akan seorang pemimpin yang handal dalam segala bidang memang sangat diidam-idamkan organisasi, apapun bentuk dan tujuan dari organisasi tersebut. Mengapa kebutuhan pemimpin ini menjadi begitu urgen dalam sebuah organisasi. Thoha (1983 : 1) menyatakan suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal besar ditentukan oleh kepemimpinannya. Suatu ungkapan yang mulia menyatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan, pendanaan suatu pekerjaan. Ini menunjukkan bahwa pemimpin mempunyai peranan yang sangat penting dalam organisasi. Hal ini senada dengan pendapat Siagian (1989 : 28) yang menyatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan yang dialami sebagian besar organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki orang-orang yang diserahi tugas memimpin organisasi itu.

Disamping kualitas kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sebagaimana diungkapkan oleh Siagian tersebut, maka seorang pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan baik, pemimpin harus bisa menyediakan sarana yang dibutuhkan, dan memberi peluang kesempatan berkembang bagi organisasi yang dipimpinnya, sehingga dalam upaya menjalankan fungsi kepemimpinannya dapat berhasil dengan baik.

Dalam hubungannya dengan hal tersebut, Tannenbaum dalam Dhanna (1994 : 99) menyatakan bahwa Kepemimpinan dipandang sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi kearah tercapainya suatu tujuan ataupun tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.

Pola perilaku yang konsisten yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam kepemimpinannya lebih diartikan sebagai gaya kepemimpinan. Sebagaimana dikatakan Dharma (1994 : 113) dalam memberikan komentar tentang gaya kepemimpinan Fiedler sebagai berikut : meskipun model Fiedler berguna bagi pemimpin, Fiedler cenderung kembali pada satu kontinum perilaku pemimpin, dengan mengemukakan bahwa hanya ada dua gaya kepemimpinan yang utama yaitu yang berorientasi tugas dan yang berorientasi hubungan. Dua gaya di atas sebagai representasi dari gaya kepemimpinan dan menarik untuk dikembangkan sebagai variabilitas pendukung variabel gaya kepemimpinan.

Siagian (1997 : 307) menyatakan bahwa pemeliharaan hubungan memerlukan komunikasi yang efektif. Terlepas dari besar kecilnya suatu organisasi, menyelenggarakan komunikasi secara terus mencrus merupakan suatu keharusan.

Aktivitas sehari-hari pemimpin sangat menekankan pentingnya komunikasi. Antar pribadi yang efektif. Pemimpin menyediakan informasi yang harus dipahami mereka memberi perintah dan instruksi (yang harus dipatuhi dan dipelajari dan mereka  berusaha mempengaruhi dan membujuk (yang, harus diterima dan dilakukan). Oleh karena itu cara pemimpin berkomunikasi baik sebagai pengirim maupun sebagai penerima sangat penting untuk meningkatkan prestasi kerja (Gibson, Ivancevich dan Donnelly ; 1993 : 113 ).

Terkait dengan pendapat di atas maka cerminan perilaku konsisten pemimpin yang diakomodir dalam gaya kepemimpinan serta dengan gaya komunikasi, seorang pemimpin dapat mentransformasikan segala kebijakan organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh yang dimanifestasikan sebagai prestasi kerja dari pemimpin itu sendiri. Dari pola pikir inilah maka sangat menarik mengambil topic sebagai berikut  Pengaruh gaya kepemimpinan, gaya komunikasi terhadap prestasi kerja karyawan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar

 Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Tesis Gratis

Cara Seo Blogger