PENGARUH VARIABEL KEMAMPUAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI ... (302)

 

Tidak dapat disangkal lagi bahwa dunia bisnis kini sedang berada di dalam situasi yang penuh gejolak (turbulence) perubahan yang seringkali mendasar dan tidak dapat diduga sebelumnya, tanpa pola yang jelas dan berlangsung terus-menerus. Menghadapi situasi seperti itu, upaya yang dibutuhkan bukan terbatas pada kemampuan untuk hanya beradaptasi sesaat, tetapi juga kemampuan dan kemauan untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi secara berkesinambungan. Dalam mengantisipasi gejolak dan ketidakpastian (uncertainty), maka kalangan birokrasi sebagai penyedia jasa publik dihadapkan pada situasi, dimana mereka harus juga siap untuk bekerja dengan kompetensi dan wawasan baru.

1

 
Birokrasi kontemporer kini dihadapkan pada suatu tantangan lingkungan yang hanya dapat diatasi, bila institusi pemerintah itu terus mau belajar untuk mengembangkan wawasan administrasi pelayanan yang baru dan bekerja dengan memanfaatkan kompetensi yang dibutuhkan di dalam lingkungan yang baru pula. Memang ideal, bila suatu lembaga memiliki suatu kompetensi yang dibutuhkan dan dapat memanfaatkan semua keunggulan kompetensi itu secara optimal. Tetapi kenyataan menunjukkan, hal itu tidak gampang diwujudkan. Strategi yang tepat bila lembaga terus menggabungkan kemampuan untuk memahami (what) kompetensi baru yang dibutuhkan, dimana (where) kompetensi itu dapat diperoleh, bagaimana (how) mengakses informasi yang dibutuhkan dengan murah dan dalam waktu yang singkat dan tepat, serta mampu untuk menyiapkan lembaga, sehingga dapat menyerap dan memanfaatkan kompetensi itu dengan efisien dan efektif. Untuk maksud ini, lembaga perlu melakukan langkah-langkah strategik dengan meniru atau bekerja sama dengan pihak lain, termasuk para komunitasnya, asalkan kerja sama itu dijalankan atas dasar semangat kemandirian dan saling menguntungkan.

Di era reformasi yang sedang dan akan terus berlangsung, dengan tuntutan perubahan yang mendasar terhadap beberapa aspek seperti ekonomi, politik, dan hukum, akan berdampak pada tekanan dan pengawasan masyarakat secara langsung pada penyelenggara pemerintahan. Dinas Pertanian sebagai salah satu Dinas di Pemerintah Daerah yang melayani dan memberdayakan masyarakat petani, sudah selayaknya melakukan respon yang proaktif dalam peningkatan kualitas masyarakat petani, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 09 tahun 2008 tentang uraian tugas dan fungsi Dinas Pertanian, pasal 2-3  mengatur kedudukan, tugas dan fungsinya, yaitu merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang pertanian, yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dalam melaksanakan tugasnya dibidang teknis administrative dibina dan dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah

Adapun tugas pokok melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dibidang pertanian, untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana ketentuan tersebut, Dinas Pertanian mempunyai fungsi :

a.       perumusan dan perencanaan serta teknis operasional pembinaan, pengelolaan dan perijinan dibidang pertanian

b.       pelaksanaan kebijakan teknis dibidang produksi, usaha tani, penyuluh perlindungan dan pengembangan lahan dibidang pertanian

c.       pengawasan dan pengendalian teknis dibidang pertanian

d.       penyusunan pelaksanaan program pembangunan dibidang pertanian

e.       pelaksanaan pembinaan, pengelolaan dan pemasaran hasil pertanian

f.        pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penggunaan dan peredaran pupuk pestisida dan peralatan dibidang pertanian

g.       Pelaksanaan pembinaan, pengendalian dan pengawasan perijinan serta rekomendasi usaha pertanian

h.       Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan usaha konversi sumber daya alam dibidang pertanian

i.         Pelaksanaan kebijaksanaan teknis dibidang produksi, usaha tani, penyuluhan, perlindungan dan pengembangan lahan dibidang pertanian

j.         Pengelolaan administrasi umum

k.       Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya

Dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya tersebut, maka susunan organisasi Dinas pertanian terdiri dari Kepala Dinas, Sekretariat, Bidang Teknik produksi, Bidang usaha tani, Bidang sarana dan prasarana, Kelompok jabatan fungsional dan UPTD-UPTD. Sekretariat dan Bidang-bidang dimaksud, masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas

Perubahan dan resetrukturisasi organisasi sudah selayaknya dijadikan titik balik bagi Dinas untuk menginstrospeksi diri, dan dijadikan wahana untuk mereposisi visi dan misi pelayanannya, dengan secara terus-menerus meningkatkan kualitas layanan agar dapat memenuhi permintaan dan harapan masyarakat. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas layanan adalah dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya disamping sumberdaya yang lain. Peningkatan kualitas SDM (karyawan) sebagai ujung tombak dalam men “deliver” jasa kepada konsumen, akan menentukan eksistensi dan legitimasi masyarakat terhadap Dinas Pertanian. Masalah bagaimana komitmen seluruh jajaran Dinas Pertanian dalam memberikan pelayanan, motivasi dan disiplin kerja karyawan akan sangat menarik bagi penulis untuk diangkat dalam penelitian.

Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo melalui UPTD-UPTD berusaha untuk melakukan investasi sumberdaya manusia dengan jalan mengadakan upaya peningkatan kemampuan, motivasi kerja dan lingkungan kerja bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Alex S Nitisemito (1996) “Karyawan yang selalu menghadapi suasana rutin dapat menimbulkan kebosanan yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas maupun prestasi kerjanya”.

Dan berdasarkan pengamatan secara sepintas fenomena yang terjadi di Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo adalah masih rendahnya prestasi kerja pegawai. Hal ini terlihat dari masih kurangnya kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya, masih rendahnya motivasi kerja dan suasana lingkungan kerja yang cenderung bising, kehadiran pegawai yang terlambat atau tidak hadir, terlihat mondar-­mandir saat jam kerja atau keluar berkelompok untuk bercerita yang kurang bermanfaat bagi kepentingan dinas.

Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo di dalam meningkatkan kualitas (the improvement quality) para pegawainya, telah banyak memberikan pembinaan baik berupa pengetahuan dengan mengikutsertakan pada Diklat-Diklat, peningkatan disiplin kerja, perbaikan lingkungan kerja maupun motivasi kerja tetapi hasil yang telah dicapai belum dapat diketahui secara pasti. Hal ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti, sehingga untuk memfokuskan kajian, maka peneliti tertarik untuk merumuskan masalah kemampuan, motivasi dan lingkungan kerja dalam peningkatan prestasi kerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.

Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Tesis Gratis

Cara Seo Blogger