Senin, 06 Januari 2014

Contoh Tesis : Analisis Pengaruh Nilai Pelanggan, Kualitas Pelayanan Dan Kedekatan Emosional Terhadap Loyalitas Nasabah (Studi kasus pada Bank BRI Cabang Pattimura Semarang) (55)

1.1 Latar Belakang Masalah 
 Lima tahun sebelum dunia dihebohkan oleh kehancuran bisnis property di AS, seorang ekonom terkemuka dunia yang juga pemenang hadiah nobel, Josep E. Stiglizt pernah mengingatkan ada indikasi tidak sehat terhadap perkembangan ekonomi di negeri Paman Sam. Stiglizt melihat akan ada masalah dengan suku bunga rendah yang diberlakukan disana. 

Ternyata apa yang dikhawatirkan Stiglizt mulai memperlihatkan indikasi yang mencemaskan. Kebangkrutan properti pun menjadi kenyataan. Krisis property di AS diikuti dengan krisis ekonomi global, puncaknya Senin 15 September 2008, Lehman Brothers Company menyatakan diri bangkrut setelah gagal mendapat opsi Chapter 11 Protection. Dari sinilah krisis keuangan global dimulai yang imbasnya kemana-mana hingga ke Indonesia, tidak terkecuali perbankan di Indonesia, dimana aliran dana dan kredit terhenti, transaksi dan kegiatan ekonomi sehari-hari terganggu. 


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Sabtu, 04 Januari 2014

Analisis Pengaruh Harapan Pelanggan, Kualitas Produk, Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Internet Flash Unlimited Di Semarang (54)

Pertumbuhan akses internet saat ini sangat pesat. Diawali dengan masuknya internet sekitar tahun 1994, saat ini pemakai internet di indonesia sudah mencapai 16 juta, meningkat 8 kali lipat dari hanya sekitar 2 juta di tahun 2000. (www.apjii.or.id, januari 2005). Dari data pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan inte<.span>rnet di indonesia berkembang sangat pesat. 


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Jumat, 20 Desember 2013

Contoh Tesis Manajemen : Analisis Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi pada Konsumen Minuman Isotonik Fatigon Hydro di Purwokerto) (53)

BAB I

PENDAHULUAN


1.1        Latar Belakang Masalah

Kesehatan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat pada masa sekarang ini. Karena kesehatan sudah menjadi hal yang begitu pokok bagi masyarakat, maka antara rumah sakit yang satu dengan yang lainnya saling bersaing untuk memberikan pelayanan terbaiknya supaya pasien dapat merasa nyaman dan puas setelah merasakan pelayanan yang diberikan rumah sakit. Pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit diharapkan akan menjadi salah satu faktor penentu kepuasan konsumennya. Kemudian kepuasan pasien tersebut diharapkan mampu menjadi alat promosi yang efektif rumah sakit karena pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa, keputusan pembelian konsumennya banyak terjadi karena dipengaruhi oleh cerita pengalaman orang lain.

Pada umumnya perusahaan atau instansi selalu mempunyai suatu strategi tertentu dalam proses kegiatan yang dilakukan tiap harinya. Banyak sekali unsur yang berperan penting dalam ikut serta memajukan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pelayanan merupakan hal yang sangat vital yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, bukan hanya sekedar untuk tetap survive tetapi juga berkembang. Jumlah pasien yang rawat inap yang tinggi atau memenuhi target merupakan satu hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan (dalam hal ini Rumah Sakit), karena dengan tercapainya target tersebut maka operasional rumah sakit dapat terus berjalan. Sejalan dengan perkembangan persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini ditambah dengan selektifitas masyarakat dalam memilih produk jasa maka para pelaku bisnis jasa dituntut untuk memberikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat, karena memahami konsumen adalah hal yang mutlak, hal ini dikarenakan  setiap orang mempunyai tujuan, karakter, dan kemampuan keuangan yang berbeda satu sama lain. Maka strategi dalam menghadapinya pun tidak harus sama. 


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Rabu, 30 Oktober 2013

Analisis Pengaruh Kepemilikan Saham Perusahaan Bagi Karyawan Terhadap Komitmen Organisasi Di Pt Telkom Tbk Kantor Divre V (Bidang Performansi Dan Sumber Daya Manusia) Surabaya (49)

Karyawan   adalah   manusia  yang  mempunyai   sifat   kemanusiaan,  perasaan   dan kebutuhan yang  beraneka ragam. Kebutuhan ini bersifat fisik maupun non fisik yang harus dipenuhi agar dapat hidup secara layak dan manusiawi. Hal ini menyebabkan timbulnya suatu pendekatan yang berdasarkan pada kesejahteraan  karyawan dalam manajemen personalia. Karyawan  harus  mendapatkan perlakuan sedemikian  rupa   sehingga  kerjasama  antara pimpinan dan karyawan sebagai bawahan dapat terjalin dengan baik.  Bila hubungan terjalin baik maka mudah untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan.

Untuk menjalin kerjasama yang baik antara pimpinan dan karyawan, antara kedua pihak harus saling mengerti tentang kepentingan masing-masing dalam perusahaan. Untuk itu diperlukan  komunikasi yang   baik  antara  pimpinan  dan  karyawan  mengingat  peranan komunikasi sangat besar untuk keberhasilan  suatu  perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah digariskan. 

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Komunikasi Formal Dan Komunikasi Informal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kpp Pratama Jakarta Pancoran (45)


BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang Penelitian
Komunikasi dalam organisasi memiliki peranan yang sangat penting bagi manajer karena melalui proses komunikasi itulah fungsi-fungsi manajerial, misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dapat dicapai. Proses komunikasi memungkinkan para manajer sebuah organisasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Informasi harus dikomunikasikan kepada manajer agar mempunyai dasar perencanaan. Rencana harus dikomunikasikan kepada pihak lain atau bawahan agar dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dalam pengorganisasian, manajer memerlukan komunikasi dengan para pegawai tentang penugasan jabatan. Pengarahan mengharuskan manajer melakukan komunikasi dengan pegawainya agar tujuan organisasi dapat dicapai. Komunikasi tertulis dan lisan merupakan esensi pengawasan. Hal inilah pentingnya proses interaksi dan komunikasi dalam organisasi sebagai peralatan manajemen yang dirancang untuk mencapai tujuan dan bukan dinilai atas dasar hasil akhir komunikasi itu sendiri.

Timbul pertanyaan di sini, apakah yang dimaksud komunikasi? Handoko (2003:272) menyatakan, “Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain”. Proses perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari hanya sekedar kata-kata yang digunakan untuk percakapan, tetapi juga melibatkan ekspresi wajah, intonasi, artikulasi, dan lain-lain. Komunikasi sebagai suatu proses di mana seorang manajer bermaksud memberikan pengertian berita secara simbolik, dapat menghubungkan para anggota organisasi atau pegawai yang berbeda dan bidang pekerjaan yang berbeda pula. Sistem komunikasi organisasi mencerminkan berbagai macam individu pegawai dengan latar belakang, pendidikan, kepercayaan, kebudayaan, keadaan jiwa, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Proses komunikasi bukan hanya terjadi antara dua atau lebih individu, tetapi mencakup juga komunikasi antara orang dengan mesin, bahkan mesin dengan mesin.

Dalam kegiatan operasi sebuah organisasi, misalnya pengelolaan sumber daya manusia tidak terlepas dari masalah interaksi dan komunikasi. Hal ini karena adanya kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri tanpa bergaul dengan orang lain serta tidak dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya seorang diri tanpa bergantung pada orang lain. Ketidaklancaran dalam komunikasi dan interaksi membuat kerja sama yang seharusnya terjalin dengan baik diantara pegawai menjadi terhambat. Hal ini karena dengan proses komunikasi yang tidak baik dapat mengakibatkan semua rencana, instruksi, petunjuk, saran, motivasi, dan sebagainya tidak dapat direalisasi, pelaksanaan pekerjaan pegawai menjadi simpang siur dan kacau balau sehingga tujuan organisasi kemungkinan besar tidak akan dapat dicapai sesuai harapan.

Setiap organisasi baik itu organisasi swasta maupun pemerintahan, misalnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Pancoran (selanjutnya ditulis KPP Pratama Jakarta Pancoran) hendaknya dapat melaksanakan proses komunikasi yang baik dan efektif dalam kegiatan operasi organisasi. Melalui proses komunikasi yang baik dan efektif akan tercipta jalinan pengertian bahwa komunikasi yang disampaikan para manajer dapat diterima, mudah dimengerti, dan akhirnya dilaksanakan pegawai sesuai dengan yang diinginkan manajer. Dalam konteks pelaksanaan pekerjaan pegawai, melalui proses komunikasi yang baik berarti semua rencana, instruksi, petunjuk, saran, dan motivasi yang disampaikan manajer dapat diterima, mudah dimengerti, dan akhirnya dilaksanakan pegawai sesuai dengan yang diinginkan manajer. Pegawai dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan manajer sehingga kemungkinan pegawai dapat mencapai hasil kerja secara maksimal atau kinerja tinggi dan tujuan organisasi dapat dicapai.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Cara Seo Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...