PENGARUH MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI ... (351)

Dinas  Informasi Publik dan Pariwisata Kabupaten Blitar  adalah Satuan kerja perangkat Daerah yang membantu Bupati dalam membangun sektor layanan Informasi Publik dan Kepariwisataan  Daerah di Kabupaten Blitar .Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah ditetapkan , sangat diperlukan semangat etos kerja yang tinggi , kemampuan personal yang mumpuni  dan   sikap kepemimpinan partisipatif dan situasional serta kemauan untuk melakukan kegiatan organisasi yang telah ditetapkan menjadi rencana strategis dengan mendayagunakan dan memberdayakan  sumberdaya yang ada yaitu sumberdaya manusia yang didukung  sarana dan prasarana yang tersedia  dengan efektif dan efisien . Namum keadaan disiplin pegawai yang ada di Dinas Informasi Publik dan Pariwisata Kabupaten Blitar adalah  sebagai berikut :                      

-    Kehadiran  saat apel pagi dan siang, kurang dari 50 % .

-    Alasan ketidak hadiran apel pagi dan siang  lebih dari 50 %  karena kepentingan pribadi dan keluarga .

-    Masih banyak pegawai yang kurang mematuhi aturan  jam kerja  ( datang siang , pulang sebelum waktunya) . Dari keadaan seperti tersebut diatas , maka penelitian tentang situasi ini sangat    diperlukan untuk mendapatkan data informasi yang jelas dan representatif.

 sehingga akan ada bahan acuan  untuk menentukan  kebijaksanaan dalam bertindak agar  semangat kerja  dan rasa disiplin pegawai  meningkat. Sehingga Produk layanan yang dihasilkan organisasi meningkat dengan adanya peningkatan disiplin pegawai.                                                                 Untuk menyikapi situasi dan kondisi saat ini , yang mungkin dapat  merubah  adalah memberikan  motivasi yang lebih baik dan  penerapan gaya kepemimpinan dari Kepala Dinas Informasi Publik dan Pariwisata Kabupaten Blitar  secara efektif .

                      Organisasi harus berusaha agar karyawan tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mau melakukan kerja sama . dalam pengertian lain, Pimpinan ( manajer ) harus bisa menyesuaikan  antara keinginan para karyawan  dengan tujuan organisasi. Dalam suatu organisasi, berhasil tidaknya tujuan tersebut  sangat tergantung pada pemimpinnya   (Thoha, 1995 : 1 )  

             Adanya kebutuhan yang berbeda –beda dari setiap karyawan  yang ada, mereka mempunyai latar belakang yang berbeda pula . Mereka memasuki organisasi  dengan membawa  latar belakang pendidikan , pengalaman, kemampuan dasar dan lain sebagainya yang  berbeda dalam berbagai tingkatan. Perbedaan yang ada ini  merupakan sumber adanya perbedaan performa kerja ( kinerja )  karyawan  yang meliputi : kualitas kerja, kehadiran, produktivitas  kerja, semangat kerja  dan lain sebagainya. Menurut Mary Parker Follet ( Handoko ; 1993 ; 3 )  Manajemen adalah seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini  mengandung arti  bahwa,                                                 

                        Para manajer( Pimpinan ) dalam mencapai tujuam organisasi  melalui pengaturan  orang – orang lain untuk melaksanakan  berbagai pekerjaan yang diperlukan .                                                                                    

Menurut Flippo ( 1994 ; 5 )” Manajemen Sumber Daya Manusia  adalah perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan   kegiatan – kegiatan pengadaan , pengembangan , pemberian kompensasi , pengintegrasian , pemeliharaan  dan pelepasan sumber daya manusia  agar tercapai berbagai tujuan individu , Organisasi dan masyarakat .   

            Supaya dapat meningkatkan motivasi kinerja serta pembentukan  pola perilaku sikap manusia , selain meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya , juga sangat penting sekali peranan seorang pemimpin dalam menerapkan gaya kepemimpinannya , mangarahkan dan mengawasi bawahannya .Gaya Kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pimpinan  sesuai dengan  situasi dan kondisi yang berada di lingkungannya, bisa saja pada saat tertentu menggunakan gaya kepemimpinan Otoriter atau  Instruktif , pada keadaan tertentu pula menggunakan gaya kepemimpinan Partisipatif.                                                                             

                        Menurut Ary Ginanjar Agustian  dalam Adam Ibrahim Indrawijaya  mengatakan bahwa keberhasilan seorang pemimpin terletak pada  kemampuan Spiritual Quotient ( SQ ) dan Emosional Quotient ( EQ ) dimana kemampuan Inteligence Quotient ( IQ ) hanya 20 %  sedangkan  80 % adalah EQ  dan SQ. Artinya kepemimpinan yang berhasil adalah seorang pemimpin yang mampu untuk menciptakan kecerdasan , emosi dan Spiritual .                                                                                        

                        Dengan  pendapat diatas, kesemua itu mengarah kepada kepemimpinan yang bersifat visioner , artinya mampu untuk menjawab tantangan  di masa datang dengan berpegang teguh pada prinsip kebersamaan dan memiliki komitmen tinggi di dalam pengembangan organisasi yang maju, dinamis  dan  akuntabilitas sesuai dengan tuntutan zaman.

                         Leadership yang menginginkan  agar kepasifan dan angka ketidak hadiran  berubah menjadi positif dan  kehadiran serta produktifitasnya meningkat , mereka hendaknya melakukan  hal-hal yang dapat membangkitkan sikap kerja yang positif (Robbins 1996 )  Sedangkan komponen perilaku terdiri dari kecenderungan dua orang atau lebih untuk melakukan hal yang sama dalam mencapai tujuan .( Luthans , 1985 ) Jadi pimpinan harus memahami apa yang menjadi dorongan bagi karyawannya untuk bekerja sebaik-baiknya. Organisasi akan lebih merasa senang  karena  mempunyai motivasi yang tinggi dan karyawan akan lebih puas bila motivasi  sesuai dengan yang diharapkan .

Kedisiplinan  adalah salah satu  fungsi operatif dari MSDM . Kedisiplinan merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting , karena semakin baik disiplin karyawan , semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya . Tanpa disiplin karyawan yang baik , sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal .( . Hasibuan Malayu S.P, 2003; 193 ).

                        Kedisiplinan adalah  Kesadaran dan kesediaan seseorang  menaati semua peraturan  perusahaan ( organisasi ) dan norma  sosial  yang berlaku .  ( Hasibuan Malayu S.P.2003; 194 ).                                                            

Kedisiplinan diartikan jika  karyawan  selalu datang dan pulang  tepat padawaktunya, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik dan penuh tanggung jawab , mematuhi semua peraturan  perusahaan ( organisasi ) , dan norma – norma sosial  yang berlaku , untuk mewujudkan kinerja yang baik dan meningkatkan produktifitas perusahaan ( organisasi ) .Berdasarkan uraian di atas dan kondisi organisasi serta hasil penelitian yang diperoleh oleh penliti- peneliti terdahulu , maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian  tentang kedisiplinan   pegawai pada Kantor Dinas Informasi Publik dan Pariwisata Kabupaten Blitar ,  dengan judul “PENGARUH MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP  DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI DINAS INFORMASI PUBLIK DAN PARIWISATA KABUPATEN BLITAR “.

Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Tesis Gratis

Cara Seo Blogger