Kumpulan Contoh Tesis Manajemen, Anda bisa donwload gratis Contoh Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Keuangan, Akuntansi, Ilmu Sosial dalam bentuk MS WORD
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas .... (X1 = Budaya Organisasi; X2 = Kepuasan Kerja; Y = Kinerja) (Kode:52)
Pengaruh Karakteristik Individu Dan Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Komitmen Pegawai Di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung (Ket : X1 = Karakteristik Individu, X2 = Karakteristik Pekerjaan, X3 = Kepuasan Kerja, X4 = Komitmen Pegawai) (Kode:46)
Pengaruh Komunikasi Formal Dan Komunikasi Informal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kpp Pratama Jakarta Pancoran (Ket : X1=Komunikasi Formal, X2= Komunikasi Informal, Y = Kinerja Pegawai) (Kode:45)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Motivasi Terhadap Kinerja ...... (Ket. Variabel X1 = kecerdasan emosional, X2 = Motivasi, Y = Kinerja) (Kode : 01)
Penelitian ini dilakukan
terhadap Perangkat Desa pada Kecamatan
Gandusari Kabupaten Blitar dan bertujuan
untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi kinerja yaitu variabel kecerdasan
emosional dan variabel motivasi .
Hipotesis penelitian ini adalah diduga pengaruh variabel-variabel bebas di atas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja, diduga variabel-variabel bebas tersebut secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap kinerja dan diduga variabel kecerdasan emosional berpengaruh lebih dominan daripada variabel motivasi terhadap kinerja.
Penelitian ini menggunakan alat pengambil data (instrument) berupa kuesioner yang mengungkapkan tentang kecerdasan emosional dan motivasi. Agar data yang terambil itu baik maka kuesioner harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang diteliti baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap variabel terghantung. Adapun model regresi linier berganda harus memenuhi syarat asumsi umum regresi dengan melakukan uji heteroskedastisitas, autokorelasi serta multikolinieritas.
Berdasarkan hasil analisis Uji F terbukti bahwa variabel bebas berupa kecerdasan emosional (X1), motivasi (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tergantung yaitu kinerja sehingga hipotesa pertama pada penelitian ini diterima. Sedangkan berdasar hasil Uji t terbukti bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung sehingga hipotesa kedua pada penelitian ini diterima. Variabel bebas yang dominant mempengaruhi kinerja adalah variabel kecerdasan emosional sehingga hipotesis ketiga diterima
ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA (400)
Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui apakah ada
pengaruh secara bersama-sama antara variabel kepemimpinan dan variabel budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah Kota Batu 2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara parsial
variabel kepemimpinan dan variabel budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah Kota Batu. 3) Untuk mengetahui manakah yang dominan berpengaruh antara
variabel kepemimpinan dan variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan Dinas
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batu
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori (explanatory research) yaitu jenis
penelitian yang berupaya menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel melalui
pengujian hipotesis. Variabel bebas adalah X1 = Kepemimpinan, X2 =
Budaya Organisasi dan variabel terikat adalah Kinerja Karyawan (Y). Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui teknik kuesioner, wawancara, dan observasi,
yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis
secara kuantitatif, yaitu dengan menggunakan model statistik dalam program
komputer ( SPSS 10.0 ), dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi
linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Secara simultan, Kepemimpinan
dan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batu. 2) Secara parsial, Kepemimpinan
dan Budaya Organisasi masing-masing berpengaruh terhadap kinerja karyawan Dinas
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batu. 3) Variabel Budaya
Organisasi merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batu
Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap
PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MOTIVASI SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI KERJA (399)
Penelitian ini
bertujuan untuk 1). Untuk menganalisis apakah
kompensasi eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Kabupaten Probolinggo. 2) Untuk menganalisis apakah
lingkungan tempat kerja karyawan berpengaruh secara signifikan terhadap
motivasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Kabupaten Probolinggo. 3) Untuk menganalisis
apakah kompensasi eksternal berpengaruh tidak
langsung terhadap prestasi kerja karyawan
melalui motivasi kerja pada
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo. 4) Untuk menganalisis apakah lingkungan tempat kerja berpengaruh tidak
langsung terhadap prestasi kerja karyawan
melalui motivasi kerja pada
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo. 5) Untuk menganalisis apakah kompensasi eksternal berpengaruh langsung terhadap prestasi kerja karyawan Pada
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo. 6) Untuk menganalisi
apakah lingkungan tempat kerja karyawan berpengaruh
langsung terhadap prestasi kerja
karyawan Pada Kantor Dinas
Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo. 7) Untuk menganalisis apakah kompensasi eksternal dan
lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap motivasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Kabupaten Probolinggo. 8) Untuk menganalisis apakah
kompensasi eksternal dan lingkungan kerja berpengaruh tidak langsung terhadap
prestasi kerja karyawan melalui motivasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Kabupaten Probolinggo. 9) Untuk menganalisis apakah kompensasi eksternal dan
lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap prestasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Kabupaten Probolinggo. 10) Untuk menganalisis apakah motivasi kerja berpengaruh secara signifikan
terhadap prestasi kerja karyawan pada Kantor
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo.
Penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian eksplanatoris (explanatory research) yaitu
jenis penelitian yang berupaya menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel
melalui pengujian hipotesis. Variabel bebas adalah X1 = Kompensasi Ekstrinsik X2 = Lingkungan di tempat kerja Karyawan, Z = Motivasi Kerja Karyawan dan variabel terikat
adalah Prestasi
Kerja Karyawan (Y). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
teknik Kuesioner,
wawancara, dan observasi, yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara
kuantitatif, yaitu dengan menggunakan model statistik dalam program
komputer (SPSS), dengan teknik analisis Analisis
Jalur.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kompensasi (X1)
terhadap variabel motivasi kerja karyawan
(X3). 2) Terdapat pengaruh yang signifikan
variabel lingkungan kerja (X2) terhadap variabel motivasi kerja karyawan (X3). 3) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kompensasi (X1)
terhadap variabel prestasi kerja (X4). 4) Terdapat pengaruh yang
signifikan variabel lingkungan kerja (X2) terhadap variabel prestasi kerja (X4). 5)
Terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi kerja karyawan (X3) terhadap variabel prestasi kerja (X4). 6) Berdasarkan analisis statistik
inferensial variabel Kompensasi dan Lingkungan Kerja berpengaruh simultan atau
secara bersama-sama terhadap Motivasi Kerja karyawan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo.
7) Berdasarkan perhitungan stastistik inferensial menunjukkan bahwa
variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh simultan
atau secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja di
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Probolinggo. 8) Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan
analisis path diperoleh hasil bahwa variabel kompensasi (X1),
lingkungan kerja karyawan (X2), dan motivasi kerja karyawan (X3)
berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi
kerja karyawan (X4) secara langsung maupun tidak langsung.
Pada hipotesis ini juga terjadi pengaruh tidak langsung, yaitu : variabel
kompensasi (X1) mempunyai pengaruh tidak langsung
terhadap variabel prestasi kerja karyawan (X4) melalui variabel
motivasi karyawan (X2); dan
variabel lingkungan kerja (X2) mempunyai pengaruh tidak
langsung terhadap variabel prestasi kerja karyawan (X4) melalui
variabel motivasi karyawan (X2); pengaruh
variabel kompensasi (X1) dan lingkungan kerja (X2)
terhadap prestasi kerja karyawan (X4) melalui variabel motivasi
kerja karyawan (X3). 9) Dari
model akhir menunjukkan bahwa koefisien path variabel kompensasi (X1) mempunyai nilai koefisien yang
paling tinggi dari variabel lainnya dalam mempencaruhi variabel prestasi kerja
karyawan (X4) Hal ini menunjukkan bahwa untuk memotivasi
kerja karyawan lebih cenderung pada motivasi yang bersifat ekstrinsik. Artinya
bahwa motivasi kerja karyawan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten
Probolinggo
lebih dipengaruhi oleh besar kecilnya kompensasi yang dapat diterimanya.
Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT YANG DILAYANI PADA KANTOR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (KPTSP) (398)
Instansi Kantor Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (KPTSP) Kabupaten Blitar adalah merupakan suatu instansi pemerintah yang
mempunyai tugas pokok memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan
perizinan dan non perizinan, terkait dengan usaha ataupun kegiatan lainnya yang
dilakukan oleh masyarakat yang memerlukan legalitas dari pemerintah. Kualitas
pelayanan yang diberikan oleh KPTSP disertai dengan semangat kerja dari pegawai
yang ada akan sangat mempengaruhi kepuasan dari masyarakat yang dilayaninya.
Pelayanan yang berkualitas serta semangat kerja yang tinggi tentunya akan
memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan pemerintah daerah.
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menganalisis, (1) pengaruh kualitas pelayanan dan semangat kerja pegawai
pada KPTSP Kabupaten Blitar secara simultan terhadap kepuasan masyarakat yang
dilayaninya, (2) pengaruh kualitas pelayanan dan semangat kerja pegawai pada KPTSP
Kabupaten Blitar secara parsial terhadap kepuasan masyarakat yang dilayaninya,
(3) diantara dua variabel tersebut manakah yang mempunyai pengaruh dominan
terhadap kepuasan masyarakat yang dilayaninya.
Jenis penelitian ini menggunakan
metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian survei yang
dimaksud adalah bersifat menjelaskan hubungan kausal dan menggunakan pengujian
hipotesis. Jenis penelitian survei ini memfokuskan pada pengungkapan hubungan
kausal antar variabel dengan tujuan memisahkan pengaruh langsung dan pengaruh
tidak langsung suatu variabel penyebab terhadap variabel akibat. Variabel
sebab-akibat tersebut adalah : Kualitas Pelayanan (X1), Semangat Kerja Pegawai
(X2) terhadap Kepuasan Masyarakat Yang
Dilayani (Y).
Berdasarkan dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa : (1) terdapat
pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan (X1) dan Semangat Kerja
Pegawai (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat Yang Dilayani (Y) dengan nilai Fhitung
sebesar 119,306 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, (2) secara parsial X1 berpengaruh secara signifikan terhadap Y hal
ini dibuktikan dengan nilai t value sebesar
10,594, dengan taraf signifikasi sebesar 0,000, sedangkan secara parsial X2
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Y hal ini dibuktikan dengan nilai t
value sebesar 0,246, dengan taraf
signifikasi sebesar 0,806, (3)
sedangkan dari kedua variabel tersebut yang paling dominan mempengaruhi
terhadap Y adalah variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan nilai beta X1 sebesar
0,829 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai beta pada variabel Semangat
Kerja Pegawai (X2) sebesar 0,019.
Berdasarkan temuan dari
penelitian tersebut disarankan kepada : (1) pegawai KPTSP untuk dapat lebih
meningkatkan lagi semangat kerjanya sehingga dapat lebih meningkatkan kepuasan dari
masyarakat yang dilayaninya, (2) Kepala KPTSP agar dapat mengusulkan penambahan
personil, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal, (3) perlu
adanya penaambahan sarana penunjang kegiatan oprasional lapangan, seperti mobil
oprasional sehingga dapat memperlancar pelayanan kepada masyarakat, (4) perlu
adanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia berupa pelatihan-pelatihan
khususnya dibidang pelayanan masyarakat, (5) perlu adanya penghargaan kepada
pegawai KPTSP misalnya berupa peningkatan jenjang karier maupun peningkatan
kesejahteraan sehingga dapat memacu peningkatan semangat kerja pegawai.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN PEGAWAI DI ... (397)
Kepuasan kerja (job satisfaction) menunjukkan
sikap umum seorang individu. Apakah variabel-variabel gaya kepemimpinan
transformasional dan budaya organisasi memiliki pengaruh secara simultan
terhadap kepuasan kerja pegawai di Dinas Pendapatan daerah Kabupaten
Probolinggo? Apakah variabel-variabel gaya kepemimpinan transformasional dan
budaya organisasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja
pegawai di Dinas Pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo? Dan diantara
variabel-variabel gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi
memiliki pengaruh dominan terhadap
kepuasan kerja pegawai di Dinas Pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo. Seorang
dengan sikap kepuasan
tinggi menunjukkan sikap yang
positif terhadap kerja, seseorang yang
tidak puas terhadap pekerjaannya
menunjukkan sikap yang negatif terhadap pekerjaan tersebut. Penelitian ini
dilaksanakan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Probolinggo, dan
dilaksanakan selama 1 (satu) bulan dari bulan Pebruari sampai dengan Maret 2009
dengan populasi seluruh pegawai yang berjumlah 47 orang. Karena jumlah populasi
yang relatif sedikit, maka tidak dilakukan pengambilan sample dan seluruh
populasi dijadikan subyek penelitian yang berjumlah 47 responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, serta teknik analisa data
menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa variable-variabel gaya kepemimpinan transformasional dan budaya
organisasi memiliki pengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja pegawai di
Dinas Pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo, variabel-variabel gaya
kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi memiliki pengaruh secara
parsial terhadap kepuasan kerja pegawai di Dinas Pendapatan daerah Kabupaten
Probolinggo dan variable gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh
dominan terhadap kepuasan kerja pegawai
di Dinas Pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo. Kepemimpinan memiliki
kontribuasi yang lebih besar daripada budaya organisasi terhadap perubahan yang
terjadi pada kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten
Probolinggo.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menyarankan untuk meningkatkan
kemampuan kepemimpinan transformasional agar dapat meningkatkan kepuasan kerja
pegawai. Namun demikian juga perlu diperhatikan bahwa kualitas dari budaya
kerja yang ada dalam organisasi juga diperlukan agar kepuasan kerja bisa
dicapai secara optimal.
Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap
PENGARUH DIKLAT KEPEMIMPINAN DAN DIKLAT TEKNIS TERHADAP KINERJA PEJABAT STRUKTURAL PADA ... (396)
Perubahan yang terjadi dalam era globalisasi dewasa
ini, menuntut organisasi untuk selalu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) agar dapat bertahan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan
dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ini adalah melalui Pendidikan
dan Pelatihan (DIKLAT).
Tujuan dilakukannya penelitian ini
adalah, (1) Untuk mengetahui pengaruh Diklat Kepemimpinan dan Diklat Teknis
secara simultan terhadap kinerja Pejabat Struktural pada Lingkup Kantor
Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Blitar, (2) Untuk mengetahui pengaruh Diklat Kepemimpinan dan Diklat Teknis secara
partial terhadap kinerja Pejabat Struktural pada Lingkup Kantor Sekretariat
Daerah Pemerintah Kabupaten Blitar, (3) Untuk mengetahui manakah yang dominan
berpengaruh antara Diklat Kepemimpinan dan Diklat Teknis terhadap kinerja
Pejabat Struktural pada Lingkup Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten
Blitar.
Jenis Penelitian ini
menggunakan metode survey dengan pendekatan penelitin kuantitatif. Penelitian
survey yang dimaksud adalah bersifat menjelaskan hubungan kausal dan pengujian
hipotesis. Jenis penelitian survey ini memfokuskan pada pengungkapan hubungan
kausal antar variabel dengan tujuan memisahkan pengaruh langsung dan pengaruh
tidak langsung suatu variabel penyebab terhadap variabel akibat. Variabel
sebab-akibat tersebut adalah Diklat Kepemimpinan (X1) dan Diklat Teknis (X2) terhadap
Kinerja Pejabat Struktural (Y).
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Diklat
Kepemimpinan dan Diklat Teknis secara bersama-sama/ simultan terhadap kinerja
Pejabat Struktural pada lingkup Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten
Blitar dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,000, (2) Diklat Kepemimpinan
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Struktural
pada lingkup Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Blitar dengan
probabilitas signifikansi sebesar 0,275, sedangkan Diklat Teknis secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Struktural pada lingkup Kantor
Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Blitar dengan probabilitas signifikansi
sebesar 0,000, (3) didapatkan variabel yang dominan adalah variabel Diklat
Teknis dengan nilai betanya 0,666 lebih besar dari daripada nilai beta variabel
Diklat Kepemimpinan 0,142.
Berdasarkan
temuan penelitian ini disarankan kepada : (1) Bagi pejabat struktural baik yang Kepala SKPD ataupun Non Kepala SKPD
untuk lebih meningkatkan kompetensinya melalui diklat-diklat teknis yang sesuai
dengan bidang tugas masing-masing sehingga dalam pelaksanaan tugas lebih
profesional, (2) Bagi Kepala SKPD
hendaknya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada Staf untuk mengikuti
berbagai macam diklat dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan di bidang
masing-masing, (3) Bagi pengelola diklat agar meningkatkan kualitas dari
pelaksanaan diklat utamanya diklat
kepemimpinan, sehingga hasil dari pelaksanaan diklat betul-betul dapat mencapai
sasaran dan tidak hanya sesuatu yang bersifat formalitas saja, (4) Untuk
mengukur keberhasilan kinerja pajabat strktural di lingkup kantor sekretariat
daerah Kabupaten Blitar dapat dilihat dari pengaruh diklat kepemimpinan dan
diklat teknis, (5) Bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan dengan
mengkaji faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pejabat struktural
sehingga menambah wawasan yang lebih luas.
Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap
PENGARUH PERILAKU DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN ... (394)
Corporate culture dalam perkembangannya selaras
dengan tantangan terkini membentuk perilaku anggota organisasi yang ada di dalamnya. Implikasinya akan mengerucutkan
perilaku anggota pada satu tujuan organisasi, sehingga berpengaruh pada kinerja
serta mendukung obsesi operator local, regional dan global melalui system on
line service. Organisasi government or non government dalam
perkembangannya akan dipengaruhi oleh perkembangan global yang sekarang
menjangkiti seluruh penjuru dunia. Persaingan disegala bidang kehidupan tampak semakin ketat dan meruncing,
banyak cara digunakan oleh suatu organisasi untuk bisa bersaing dan kalau perlu
menjatuhkan organisasi lainnya, tentunya dengan cara-cara yang tidak sehat.
Indonesia sendiri telah membuka diri untuk senantiasa mengikuti
aturan-aturan yang telah disepakati bersama diantara negara-negara yang
mensepakati sistem tersebut seperti penetapan standart kualitas perdagangan
internasional (ISO 2000 dan lain-lainnya). Sehingga harus
berjuang mentransformasi nilai-nilai global dalam organisasi agar mampu survife
dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Transformasi
yang telah dipersiapkan membentuk perubahan corporate culture dari
Asset Based Company menuju Customer Centric Company. Upaya memenangkan
pasar ini tidak hanya demi kepentingan lokal, tetapi juga demi kepentingan
nasional, mengingat
pemerintah sebagai regulator terhadap semua kebijakan.
Ensor et at., (2001) dalam
penelitiannya, menyatakan bahwa variabel-variabel dorongan organisasi, dorongan
supervisi, dukungan kelompok kerja, kebebasan, Sumber daya yang memadai,
pekerjaan yang menantang, tekanan beban kerja, halangan organisasi, rekrutmen
dan pelatihan mendukung kreativitas dan penemuan pengetahuan yang mendorong
anggota organisasi untuk berkinerja optimal dengan imbalan penghargaan. Mereka menginternalisasikan visi
dalam budaya kerja yang dianut. Beban kerja yang berlebih justru dapat memacu
anggota organisasi memunculkan ide-ide baru yang kreatif. Pada variabel
halangan organisasi, tidak dijumpai adanya struktur organisasi yang kaku.
Kesimpulannya, implementasi nilai-nilai budaya (culture velue) berjalan
efektif.
Implementasi nilai budaya membutuhkan komitmen pegawai yang selaras
dengan tujuan organisasi, sekaligus membimbing karyawan untuk sharing dengan
rekan kerja dalam menciptakan perilaku dan kondisi kerja yang sehat serta suasana
kompetitif yang positif dan memudahkan munculnya spontanitas kreatifitas untuk
menciptakan sesuatu yang baru, mengembangkan secara berkesinambungan sumber
daya manusia yang dimiliki sampai mencapai tingkat potensi tertinggi mereka. Sehingga transformasi budaya kerja memiliki karakteristik seperti yang dikemukakan oleh
Bass dan Avolio (1994), Avolio, Waldman, dan Yammarino (1991), yakni: (1) Individualized
Consideration, (2) Intellectual Stimulation, (3) Inspiration-J
Motivation, dan (4) Idealized Influence, dan mampu membangun
perilaku manusia berbasis kultur organisasi pembelajar. Organisasi perlu
terbuka dan rasa saling percaya terhadap gagasan dan pengetahuan baru melalui
budaya knowledge sharing dan pembelajaran yang memfasilitasi dialog
serta menghargai setiap pemikiran dan inovasi yang berpengaruh terhadap kinerja
individu dan selanjutnya meningkatkan kinerja organisasi.
Dinas Pendapatan daerah Daerah Kabupaten
Probolinggo sebagai salah satu Dinas Penghasil, mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dibidang pendapatan daerah.
Hal ini dituntut peningkatan kualitas SDM serta sistem kerjanya.
Kebijakan pengembangan diarahkan
pada peningkatan kompetensi dan kinerja, pencapaian kepuasan pelanggan, memaksimalisasi
nilai organisasi, pengembangan
pola pikir inovatif serta perilaku kompetitif. Dalam upaya menerapkan aspek transparansi dalam setiap pengambilan keputusan,
beberapa contoh telah dicapai oleh
Dinas antara lain melalui pengembangan infrastruktur
informasi berupa intranet dan knowledge management. Khusus untuk knowledge management, merupakan
sarana karyawan dalam menyampaikan berbagai informasi berupa tulisan,
ide-ide, atau gagasan sehingga informasi
tersebut dapat diakses oleh setiap karyawan. Untuk ide-ide atau inovasi yang bagus dan dapat
direalisasikan, akan diberikan penghargaan
oleh manajemen
Kondisi organisasi yang
sudah teratur sengan system yang ada, bisa mengendalikan organisasi secara
baik, artinya tidak semata-mata karena individu seseorang, namun karena tata
nilai yang telah dibangun melalui sistem organisasi yang relative mapan dan
teratur, sehingga bergantinya seorang pegawai relative tidak mengganggu kinerja
karyawan untuk bisa mencapai tujuan organisasi.
Berkaitan dengan hal
tersebut maka dalam kelompok, termasuk didalamnya sebuah organisasi
pemerintahan, didalamnya pasti terjadi hubungan yang saling terkait dan tidak
dapat dipisahkan dalam suatu system walaupun disadari bahwa kondisi di
Indonesia factor kepegawaian punya peranan yang sangat penting dalam suatu
organisasi, karena dengan kepegawaian itulah maka organisasi dapat menggerakkan
bawahan atau karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
Keadaan yang demikian ini
tentunya menuntut upaya penataan kembali serta pengembangan manajemen serta
dibutuhkan seorang pegawai yang bisa menyesuaikan dengan cepat terhadap segala
perubahan dan perkembangan teknologi yang begitu ketat serta perubahan
lingkungan yang begitu tidak menentu.
Kebutuhan akan seorang pegawai
yang handal dalam segala bidang memang sangat diidam-idamkan organisasi, apapun
bentuk dan tujuan dari organisasi tersebut. Mengapa kebutuhan pegawai ini
menjadi begitu urgen dalam sebuah organisasi. Thoha (1983 : 1) menyatakan suatu
organisasi akan berhasil atau bahkan gagal besar ditentukan oleh kepegawaiannya.
Hal ini senada dengan pendapat Siagian (1989 : 28) yang menyatakan bahwa
keberhasilan atau kegagalan yang dialami sebagian besar organisasi ditentukan
oleh kualitas kepegawaian yang dimiliki orang-orang yang diserahi tugas mengendalikan
organisasi itu.
Disamping
kualitas kepegawaian yang harus dimiliki oleh seorang pegawai sebagaimana
diungkapkan oleh Siagian tersebut, maka seorang pegawai harus bisa menyediakan
sarana yang dibutuhkan, dan memberi peluang kesempatan berkembang bagi
organisasi yang dipimpinnya, sehingga dalam upaya menjalankan fungsi kepegawaiannya
dapat berhasil dengan baik. Tannenbaum dalam Dhanna (1994 : 99) menyatakan
bahwa Kepegawaian dipandang sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada
suatu situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi kearah tercapainya suatu
tujuan ataupun tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.
Pola
perilaku yang konsisten yang ditunjukkan dalam organisasi lebih diartikan
sebagai nilai budaya. Sebagaimana dikatakan Dharma (1994 : 113) dalam memahami
model Fiedler, cenderung kembali pada satu kontinum perilaku, yaitu perlaku yang
berorientasi tugas dan perilaku yang berorientasi hubungan. Dua perilaku di
atas sebagai representasi dari cara seseorang membawakan diri dan menarik untuk
dikembangkan sebagai variabilitas pendukung karakter individu.
Siagian (1997 : 307)
menyatakan bahwa pemeliharaan hubungan memerlukan komunikasi yang efektif.
Terlepas dari besar kecilnya suatu organisasi, menyelenggarakan komunikasi
secara terus mencrus merupakan suatu keharusan untuk membentuk perilaku yang
konsisten, yang pada akhirnya akan membentuk nilai (velue) yang bisa
diterima oleh orang lain. Dengan nilai tersebut membentuk keyakinan (belief) secara
alami dan diterima oleh anggota organisasi tersebut.
Aktivitas
sangat menekankan pentingnya komunikasi antar pribadi yang efektif. Pegawai
menyediakan informasi yang harus dipahami mereka memberi perintah dan instruksi
yang harus dipatuhi dan dipelajari dan mereka
berusaha mempengaruhi dan membujuk (yang, harus diterima dan dilakukan).
Oleh karena itu cara berkomunikasi baik sebagai pengirim maupun sebagai penerima
sangat penting untuk meningkatkan prestasi kerja (Gibson, Ivancevich dan
Donnelly ; 1993 : 113 ).
Terkait
dengan pendapat di atas maka cerminan perilaku konsisten yang diakomodir dalam budaya
organisasi seseorang dapat mentransformasikan segala ide, gagasan yang inovatif
bagi organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh
yang dimanifestasikan sebagai prestasi kerja dari organisasi itu sendiri. Dari
pola pikir inilah maka sangat menarik mengambil topik sebagai berikut Pengaruh perilaku dan budaya kerja
terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pendapatan daerah Daerah Kabupaten Probolinggo