PENGARUH HUBUNGAN KERJA, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN ... (374)

 

Era globalisasi yang ditandai dengan pasar bebas ASEAN pada 2003, Asia Pasifik (APEC) tahun 2010, dan pasar bebas global tahun 2020 akan membuka peluang sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Percaturan antar bangsa dalam segala aspek kehidupan akan membuka peluang kerja dan menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman dan mampu bersaing. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan­-perusahaan Indonesia harus mempersiapkan diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di sektor ekonomi, sumberdaya manusia, maupun sektor­-sektor lainnya. Ketersediaan sumberdaya manusia yang terampil dan profesional sangat dibutuhkan.

Abad 21 ini sexing disebut sebagai abad millenium atau sebagian orang menyebut dengan era globalisasi. Pada era ini perkembangan informasi dan teknologi sangat pesat. Perusahaan dan individu dituntut untuk selalu menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan yang ada agar tetap eksis dan unggul. Pasar akan terbuka bebas karena akan terjadi liberalisasi perdagangan dan investasi. Sebagai konsekuensinya hubungan dan persaingan antar negara akan terbuka bebas. Perusahaan yang ada tidak hanya bersaing dengan perusahaan lokal, melainkan juga bersaing dengan perusahaan yang datang dari dunia internasional.

Untuk itu sektor keuangan harus dapat menciptakan dan memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Kinerja sumber daya manusia merupakan salah satu faktor kunci dalam perusahaan untuk menciptakan dan memiliki suatu keunggulan kompetitif yang berkesinambungan.

Melihat besarnya peran sumber daya manusia atau pegawai dalam pencapain tujuan organisasi maka hadirnya pegawai yang memiliki kecakapan dan keterampilan serta motivasi dalam diri masing-masing individu sangat dibutuhkan. Perhatian dan pembinaan terhadap pegawai sangatlah penting demi kelangsungan dan kemajuan organisasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan. Untuk itu keadaan lingkungan kerja dari suatu organisasi tempat seseorang bekerja dapat berpengaruh terhadap pandangan maupun sikap dari orang tersebut baik terhadap atasan, teman sekerja maupun pekerjaanya.

Seorang atasan (pimpinan) diharapkan mempunyai kemampuan memimpin yang baik agar tujuan organisasi dapat tercapai. Adapun yang dimaksud dengan kemampuan memimpin adalah kemampuan untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahannya. Disamping itu seorang atasan harus bersifat fleksibel, dalam arti dapat beradaptasi dengan bawahannya (pegawai) dan lingkungan kerjanya. Untuk itu dibutuhkan hubungan kerja yang baik antara atasan dengan bawahan, dan antara teman sekerja sehingga mendorong melakukan kerjasama guna mencapai tujuan organisasi.

Memberi pengarahan secara sempurna merupakan kegiatan untuk menjelaskan perintah kepada bawahan dengan cara menolong pekerja agar dapat berprestasi secara efektif. Pengarahan dapat pula bersifat memberi koreksi yaitu menunjukkan kelemahan atau kekurangan yang ada pada pegawai dalam pelaksanaan tugasnya. Hal ini sangat penting bagi pimpinan untuk menetapkan kebijakan dalam pembinaan pegawai. Bagi pegawai, hasil penilaian dapat dijadikan ukuran dalam rangka meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas secara benar.

Variabel usia dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemauan dan kebanggaan pegawai pada organisasi. Pengalaman kerja, seperti keandalan organisasi di masa lampau dan cara pekerja lainnya memperbincangkan dan mengutarakan perasaan mereka mengenai organisasi mempengaruhi diri pribadi pegawai maupun pekerjaan yang ditangani. Pengalaman kerja menunjukkan berapa lama pegawai dapat bekerja dengan baik. Pengalaman kerja yang telah didapat seorang pegawai akan dapat meningkatkan kemampuan dalam bekerja.

Kinerja hanya dapat ditingkatkan dengan motivasi kerja yang tinggi, pengetahuan dan keahlian dalam melakukan tugas dan persepsi pecan yang positif dimiliki seseorang. Dengan demikian kinerja merupakan fungsi motivasi, keahlian dan persepsi. Dapat dikatakan bahwa ada dua dimensi penting dalam memahami konsep kinerja yaitu dimensi motivasi dan dimensi kemampuan (keahlian dan persepsi). Dengan kata lain seorang pegawai akan mencapai kinerja yang tinggi, jika memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas­-tugasnya dan ditunjang oleh pengalaman kerja yang dimiliki. Disamping itu kondisi lingkungan kerja juga turut berpengaruh dalam mengukur kinerja suatu organisasi.

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti “Pengaruh Hubungan Kerja, Pengalaman Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo

 Klik Download Untuk mendapatkan File Lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Tesis Gratis

Cara Seo Blogger