Sabtu, 21 Juli 2012

Contoh Tesis Manajemen : Pengaruh insentif profit sharing dan iklim kerja terhadap kinerja pegawai pada pt. Perkebunan nusantara iii (persero) medan (71)

BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang
Pegawai adalah aset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Pegawai mempunyai pikiran, dorongan perasaan, keinginan,  kebutuhan  status,  latar  belakang  pendidikanusia  dan  jenis kelamin  yang heterogen  yang  dibawa  ke  dalam  organisasi  perusahaan.  Pegawai bukan mesin, uang, dan material yang sifatnya  pasif dan dapat dikuasai serta diatur sepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuaorganisasi,  pegawai berfungsi untuk mengoperasikan peralatan, melakukan tugas dan tanggung jawabnya  sesuai dengan job description.
Dalam melaksanakan tanggungjawab pekerjaannya, pegawai dituntut untuk dapat meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mendukung keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.  Kinerja  adalah  hasil  kerja  secara  kualitas  dan  kuantitas  yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dalam suatu organisasi peranan seorang pimpinan tidak dapat dipisahkan, karena pimpinan atau manajer yang baik adalah yang mampu menciptakan  suatu kondisi  sehingga  orang  secara  individu  atau  kelompok  dapat bekerja dan mencapai kinerja yang tinggi.


Kinerja pegawai berhubungan dengan banyak faktor di dalam perusahaan, oleh karena itu upaya peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui proses dan membutuhkan waktu  tertentu. Peningkatan kinerja pegawai erat kaitannya dengan bagaimana memotivasi pegawai,  bagaimana pengawasan dilakukan, dan bagaimana cara mengembangkan  budaya  kerja  yang   efektif  serta  bagaimana  menciptakan lingkungan dan iklim kerja yang nyaman dan kondusif, agar pegawai dapat dan mau bekerja optimal sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawainya sebagai salah satu upaya mencapai tujuan perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan   kinerja  pegawai  adalah  dengan  pemberian  insentif  yang didasarkan  pada   pencapaian   kinerja   pegawai.   Hal   ini   berarti   bahw setiap peningkatan kinerja pegawai diberikan penghargaan oleh perusahaan, dengan tujuan untuk memotivasi pegawai agar selalu berusaha meningkatan  kinerjanya. Insentif adalah  suatu  alat  penggerak  yang penting.  Seorang  pegawai  cenderung   untuk berusaha lebih giat apabila balas jasa yang diterima memberikan kepuasan terhadap apa yang  diharapkan. Dengan demikian pemberian insentif akan lebih memotivasi pegawai untuk meningkatkan kinerjanya.
PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan merupakan salah satu badan usaha milik  negara yang tetap berusaha meningkatkan kinerja pegawainya, seiring dengan misi PTPN III  (Persero) untuk melaksanakan program yang terfokus pada pengembangan  industri hilir  dan  perluasan areatanaman  untuk  mengembangkan usaha perkebunan dan industri hilirnya melalui  peningkatan kinerja secara optimal atas pangsa pasar, nilai tambah dan pertumbuhan usaha. Dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai tersebut, perusahaan melakukan pemberian insentif kepada pegawai.
Pemberian insentif kepada pegawai terus dievaluasi oleh perusahaan, sehingga pemberian  insetif tersebut mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Salah satu upaya yang  dilakukan  adalah  pemberian  insentif  finansial  berupa  profit  sharing, dimana dalam sistem ini perusahaan memberikan sebagian laba yang didapat kepada seluruh pegawai dengan juga mempertimbangkan  kinerja perusahaan dalam hal ini kinerja pegawai. Insentif profit sharing di PT. Perkebunan  Nusantara III (Persero) Medan  sudah  berlangsung  sejak tahun  2004,  dimana  sebelumnya   perusahaan memberikan insentif dalam bentuk tantiem. Insentif dalam bentuk tantiem ini hanya diberikan kepada pegawai level staff (karyawan pimpinan) ke atas, sedang pegawai level karyawan (karyawan pelaksana) tidak mendapatkan tantiem.
Pada tahun 2008, besarnya profit sharing kepada pegawai PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan adalah sebesar 15 % dari pencapaian laba, demikian juga pada tahun  2009. Pemberian  insentiprofit  sharing bertujuan untuk meningkatkan  kinerja pegawai.  Sesuai  dengan  evaluasi  kinerja  yang  dilakukan perusahaan, kinerja perusahaan pada tahun 2008 sebesar 96%, dan pada tahun 2009 sebesar 95,2%. Dengan demikian terdapat penurunan  kinerja sebesar 0,8%. Kinerja perusahaan ini mencerminkan kinerja pegawai, karena kinerja perusahaan merupakan total kinerja pegawai secara keseluruhan. Fenomena masalah yang terkait  dengan kinerja pegawai di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan adalah mengenai hasil  kerja pegawai masih ada yang mengalami penurunan dimana sering terjadi keterlambatan  pekerjaan  yang  diselesaikan,  pencapaian target  kerja  masih  belum maksimal,  kemampuan  interpersonal  yang  belum  terasah,  juga  keterampilan  dan penguasaan terhadap pekerjaan yang masih belum maksimal. Hal ini juga terlihat dari penurunan skor Balridge PT.  Perkebunan Nusantara III (Persern) Medan, dimana tahun 2006 mendapatkan skor 467, naik  2,56% menjadi skor 479 di tahun 2007. Kemudian skor Balridge PT. Perkebunan Nusantara III  (Persero) Medan di tahun 2008 naik 0,83% menjadi 483, namun di tahun 2009 terjadi penurunan skor Balridge ini menjadi 477 atau turun sebesar 1,24%.
Dalam bekerja,  pegawai  tidak  terlepas  dari  iklim  kerja  yang  ada  dalam perusahaan.  Iklim kerja merupakan suasana kerja dimana para pegawai organisasi melakukan pekerjaan  mereka.  Iklim kerja mengitari dan mempengaruhi segala hal yang terjadi  dalam  perusahaan.   Dalam  suasana  kerja  yang  baik  seperti  rasa kekeluargaan yang  kuat  diantara  sesama  pegawai,  bekerja  dengan  nyaman,  serta sarana  prasarana yang  lengkap,  pegawai  akan  mampu  meningkatkan  kinerjanya. Sebaliknya dalam suasana kerja yang kurang baik atau buruk, kinerja pegawai akan menurun.  Iklim  kerja dalam  penelitian  ini  dikaji  dalam  hubungannya  dengan fleksibilitas, responsibilitas, standard, dan komitmen organisasi.
Sehubungan dengan  hal  tersebut,  perusahaan  berusaha  menciptakan  suatu iklim kerja   yang  baik  dan  kondusif  bagi  seluruh  pegawainya,  yaitu  dengan memperhatikan beban  kerja,  keserasian  kerja,  kerjasama,  dan  peraturan-peraturan yang ada dalam perusahaan. Iklim kerja  yang  terjadi saat ini di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dapat dilihat dari struktur tugas yang jelas termasuk metode  yang  digunakan  untuk melaksanakan  tugas-tugas, adanya  batasan-batasan keputusan  penting yang dipusatkan pada manajemen level atas, lingkungan kerja yang  memberikan   keamanan,  kenyamanan, kebersihan  dan  kelengkapan  sarana prasarana kerja.
Sesuai dengan tempat penelitian di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, dapat dilihat bahwa iklim kerja secara fisik sudah memadai. Namun dalam hal non fisik masih perlu mendapat perhatian, karena masih terlihat hubungan kerja yang  kurang harmonis  di  antara  sesama  pegawai.  Hal  ini  berhubungan  dengan fleksibilitas, responsibilitas, standard, dan komitmen organisasi. Kondisi di PTPN III Medan menunjukkan bahwa pegawai kurang fleksibel dalam  bekerja, kurang dapat bekerja  dengan  kreatif karena  terpaku  pada  aturan-aturan  baku  yang  ditetapkan perusahaan,  yang  pada umumnya  bersifat  birokratis.  Dalam  hal  responsibilitas, menunjukkan bahwa pegawai PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan kurang terlibat dalam  berbagai pengambilan keputusan sehingga mempengaruhi tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal standar kerja, para pegawai PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Medan masih belum seluruhnya dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan standar, dalam hal waktu penyelesaian pekerjaan, kuantitas dan kualitas pekerjaan.
Beberapa  pekerjaan  tidak  dapat  diselesaikan  dengan  tepat  waktu,  sesuai dengan  kuantitas  dan  kualitas  yang  ditentukan  perusahaan.  Dalam  hal  komitmen organisasi,  masih   terlihat   kurangnya  kerjasama  antar  pegawai  PT.  Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan  dalam hal tanggung jawab pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan pekerjaan, dimana sebagian pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai  dengan standar yang ditentukan perusahaan, sedangkan sebagian pegawai lainnya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Untuk mendapatkan Koleksi Contoh Tesis Manajemen Lain bisa anda klik DISINI

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Seo Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...