Senin, 15 Oktober 2012

Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara ( Variabel Y = motivasi kerja pegawai, variable X1 = insentif finansial dan variable X2 = insentif non finansial). (81)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pegawai adalah aset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan pelaku  aktidari  setiap  aktivitas  organisasi.  Pegawai  mempunyai  pikiran, dorongan perasaan, keinginan, kebutuhan status, latar belakang pendidikan, usia dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa ke dalam organisasi perusahaan. Pegawai bukan mesin, uang, dan material yang sifatnya  pasif dan dapat dikuasai serta diatur sepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi.

Salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh para pimpinan adalah bagaimana dapat  meningkatkan produktivitas kerja pegawainya sehingga dapat mendukung keberhasilan pencapaian  tujuan organisasi. Pimpinan atau manajer yang baik adalah yang mampu menciptakan suatu kondisi sehingga orang secara individu  atau kelompok dapat bekerja dan mencapai produktivitas kerja  yang tinggi.  Permasalahan  peningkatan produktivitas  kerja  erat  kaitannya  dengan permasalahan       bagaimana memotivasi karyawan, bagaimana pengawasan dilakukan, dan bagaimana cara mengembangkan budaya kerja yang efektif serta bagaimana  menciptakan   lingkungan   kerja  yang  nyaman dan  kondusif,  agar karyawan  dapat  dan  mau  bekerja  optimal   dan  sehingga  dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

Memotivasi karyawan untuk dapat meningkatkan produktivitas kerjanya merupakan   salah  sat tanggung   jawab   pimpinan perusahaan  agar   tujuan perusahaan dapat tercapai. Motivasi dapat diartikan sebagai suatu daya pendorong (driving force)  yang  menyebabkan orang berbuat sesuatu atau yang diperbuat karena takut akan sesuatu.  Misalnya  ingin naik pangkat atau naik gaji, maka perbuatannya akan menunjang pencapaian  keinginan tersebut. Pendorong dalam hal  tersebut  adalah  bermacam-macam  faktor  diantaranya  faktor  ingin  lebih terpandang  diantara  rekan  kerja  atau  lingkungan  dan  kebutuhannya untuk berprestasi.

Berdasarkan  teori   motivasi  Maslow,  adanya  kebutuhan  yang   harus dipenuhi sesuai dengan tingkatannya mempengaruhi motivasi kerja seseorang. Motivasi  seseorang melakukan   suatu   pekerjaan  adalah  mengharapkan  suatu penghasilan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya tersebut. Beberapa faktor yang  memperngaruhi  motivasi  kerja pegawai  diantaranya  adalah  penghasilan (gaji), promosi, insentif, kondisi kerja dan sebagainya.

Insentif adalah  suatu  alat  penggerak  yang  penting.  Seorang  pegawai cenderung untuk berusaha lebih giat apabila balas jasa yang diterima memberikan kepuasan terhadap apa yang  diharapkan. Dengan demikian pemberian insentif akan lebih memotivasi pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Dinas Pendapatan Provinsi  Sumatera Utara  adalah  suatu  instansi  yang mengemban misi meningkatkan  kemandirian daerah dalam pembiayaan penyelenggaraan  Pemerintahan Umum  dan  Pembangunan  serta  meningkatkan kualitas  pelayanan  yang  optimal.  Untuk dapat  melaksanakan  misi  ini,  maka motivasi kerja pegawai memegang peranan yang sangat penting dan menentukan pencapaian visi dan misi Dinas Pendapatan Propinsi Sumatera Utara.

Untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai dalam upaya mencapai misi tersebut, Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara memberikan insentif kepada pegawai   berupa penghargaan atas segala  jerih    payah  pegawai  dalam melaksanakan  tugas  dalam memberikan  pelayanan  kepada  publik.  Pemberian insentif adalah diluar gaji, berupa uang yang diberikan per tiga bulan, asuransi (jaminan sosial tenaga kerja) dan tunjangan dengan besaran berubah-ubah sesuai dengan kinerja.

Tabel 1.1. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Sumatera Utara dari
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, 2001 2006



Tahun

Target (Rp.)

Realisasi (Rp.)

%

2001

380.492.970.000

403.465.741.654

106,04
2002
539.516.561.000
591.217.276.912
109,58
2003
774.456.900.000
878.899.847.356
113,49
2004
1.110.052.596.500
982.413.399.000
88,50
2005
1.250.370.750.000
1.100.544.910.858
88,02
2006
1.772.566.270.820
1.672.374.714.000
94,35
Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, 2006.


Dari Tabel 1.1. dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan daerah Sumatera Utara  yang berasal  dari  pajak  daerah  dan  retribusi  daerah  yang  merupakan tanggung jawab Dinas Pendapatan Sumatera Utara, pada tahun 2004 dan 2005 menunjukkan penurunan. Hal ini berhubungan dengan peningkatan target setiap tahun sebagai akibat peningkatan  kebutuhan       pendanaan    pembangunan di Sumatera Utara. Fakta masalah di lapangan adalah bahwa pegawai bertugas untuk menjumpai setiap wajib pajak dengan target tertentu. Namun sering kali petugas yang  bersangkutan  tidak  dapat  mencapai  target  wajib  pajak tersebut  dengan berbagai  alasan,  terutama  jika  tidak  ada  insentif  finansial  yang diperolehnya apabila mencapai target tersebut. Studi awal tentang motivasi kerja pegawai Dinas Pendapatan Sumatera Utara, menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai belum optimal karena  berhubungan dengan gaji yang diterima. Pegawai menilai gaji yang diterima belum sesuai dengan hasil pekerjaan yang dicapai. Oleh karena itu Dinas Pendapatan Sumatera Utara harus  meningkatkan  motivasi pegawai agar target dapat tercapai. Dalam upaya meningkatkan motivasi kerja pegawai tersebut, Dinas Pendapatan Sumatera Utara memberikan insentif kepada pegawai.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Seo Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...