Rabu, 30 Oktober 2013

Pengaruh Komunikasi Formal Dan Komunikasi Informal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kpp Pratama Jakarta Pancoran (45)


BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang Penelitian
Komunikasi dalam organisasi memiliki peranan yang sangat penting bagi manajer karena melalui proses komunikasi itulah fungsi-fungsi manajerial, misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dapat dicapai. Proses komunikasi memungkinkan para manajer sebuah organisasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Informasi harus dikomunikasikan kepada manajer agar mempunyai dasar perencanaan. Rencana harus dikomunikasikan kepada pihak lain atau bawahan agar dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dalam pengorganisasian, manajer memerlukan komunikasi dengan para pegawai tentang penugasan jabatan. Pengarahan mengharuskan manajer melakukan komunikasi dengan pegawainya agar tujuan organisasi dapat dicapai. Komunikasi tertulis dan lisan merupakan esensi pengawasan. Hal inilah pentingnya proses interaksi dan komunikasi dalam organisasi sebagai peralatan manajemen yang dirancang untuk mencapai tujuan dan bukan dinilai atas dasar hasil akhir komunikasi itu sendiri.

Timbul pertanyaan di sini, apakah yang dimaksud komunikasi? Handoko (2003:272) menyatakan, “Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain”. Proses perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari hanya sekedar kata-kata yang digunakan untuk percakapan, tetapi juga melibatkan ekspresi wajah, intonasi, artikulasi, dan lain-lain. Komunikasi sebagai suatu proses di mana seorang manajer bermaksud memberikan pengertian berita secara simbolik, dapat menghubungkan para anggota organisasi atau pegawai yang berbeda dan bidang pekerjaan yang berbeda pula. Sistem komunikasi organisasi mencerminkan berbagai macam individu pegawai dengan latar belakang, pendidikan, kepercayaan, kebudayaan, keadaan jiwa, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Proses komunikasi bukan hanya terjadi antara dua atau lebih individu, tetapi mencakup juga komunikasi antara orang dengan mesin, bahkan mesin dengan mesin.

Dalam kegiatan operasi sebuah organisasi, misalnya pengelolaan sumber daya manusia tidak terlepas dari masalah interaksi dan komunikasi. Hal ini karena adanya kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri tanpa bergaul dengan orang lain serta tidak dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya seorang diri tanpa bergantung pada orang lain. Ketidaklancaran dalam komunikasi dan interaksi membuat kerja sama yang seharusnya terjalin dengan baik diantara pegawai menjadi terhambat. Hal ini karena dengan proses komunikasi yang tidak baik dapat mengakibatkan semua rencana, instruksi, petunjuk, saran, motivasi, dan sebagainya tidak dapat direalisasi, pelaksanaan pekerjaan pegawai menjadi simpang siur dan kacau balau sehingga tujuan organisasi kemungkinan besar tidak akan dapat dicapai sesuai harapan.

Setiap organisasi baik itu organisasi swasta maupun pemerintahan, misalnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Pancoran (selanjutnya ditulis KPP Pratama Jakarta Pancoran) hendaknya dapat melaksanakan proses komunikasi yang baik dan efektif dalam kegiatan operasi organisasi. Melalui proses komunikasi yang baik dan efektif akan tercipta jalinan pengertian bahwa komunikasi yang disampaikan para manajer dapat diterima, mudah dimengerti, dan akhirnya dilaksanakan pegawai sesuai dengan yang diinginkan manajer. Dalam konteks pelaksanaan pekerjaan pegawai, melalui proses komunikasi yang baik berarti semua rencana, instruksi, petunjuk, saran, dan motivasi yang disampaikan manajer dapat diterima, mudah dimengerti, dan akhirnya dilaksanakan pegawai sesuai dengan yang diinginkan manajer. Pegawai dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan manajer sehingga kemungkinan pegawai dapat mencapai hasil kerja secara maksimal atau kinerja tinggi dan tujuan organisasi dapat dicapai.

Uraian di atas menunjukkan bahwa proses komunikasi dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Melalui proses komunikasi yang baik, pegawai dapat memahami semua rencana, instruksi, petunjuk, saran, dan motivasi yang disampaikan manajer dan diimplementasikan dalam pekerjaannya sehingga dapat menghasilkan kinerja tinggi. Memperhatikan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang permasalahan komunikasi dan kinerja pegawai dengan judul “Pengaruh Komunikasi Formal dan Komunikasi Informal terhadap Kinerja Pegawai pada KPP Pratama Jakarta Pancoran”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Untuk mendapatkan Koleksi Contoh Tesis Manajemen Lain bisa anda klik DISINI


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cara Seo Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...